Laman

Jumat, 23 Maret 2012

Sinopsis Baby Faced Beauty Episode 7

Lee So Young ujar Kang Yoon Seo.
Ya jawab So Young seraya menoleh.
Aku barusan memanggilmu Lee So Young apakah kau ternyata bernama Lee So Young bukankah namamu Lee So Jin?
Itu karena tangan So Young gemetar bingung memberi alasan kakaku yang bernama Lee So Young aku sendiri bingung kenapa kau memanggilku begitu.
Ah benarkah begitu ujar Kang Yoon Seobagaimana pun kau artinya orang yang dimaksud.
Kang Yoon Seo terus memperhatikan tangan So Young yang gemetaran ia semakin curiga.
Tapi kenapa anda memanggilku barusan? tanya So Young.
Ah lupakan itu karena tadi ada yang barusan mencari Nama Lee So Young.
Kang Yoon Seo pun mencari indentitas diri Lee So Jin dengan menelepon tuan Kim bagian HRD.
Tuan Kim pun memberikan fax tentang data diri Lee So Jin.
Kang Yoon Seo pun membacanya dengan serius dan akhirnya ia bisa memastikan bahwa So Jin adalah orang Yang berbeda.
Jin Wook sedang melakukan rapat bersama bagian MD, kepala MD mengatakan untuk mengecek kembali harga bahan baku untuk pembuatan pakaian ia meminta harganya harus bisa dikurangi 130 won per pcs itu artinya senilai dengan 9,1 Juta won dan hal itu akan di sampaikan kepada Ttam desainer.
Pihak MD pun masing-masing menyampaikan hasil meeting tersebut kepada team desainer.
Mereka harus bekerja keras.
Agar bisa mendapatkan pakaian dengan kualitas yang baik dan dengan bahan baku sedikit lebih murah.
So Young yang sedang membuat desainer pakaian Jin Wook menemuinya dan mengomentarinya Jin Wook pun membawakan scarf untuk leher desain Jin Wook ia membantu So Young untuk membuat hasil desainernya itu tampil baik dan sangat disukai untuk laku di jual terlihat sekali keakraban mereka.
Mereka kemudian makan bersama seorang pria membawakan sebotol anggur dan menanyakan kabar ayah Jin Wook, Jin Wook menjawab masih sama.
Kudengar kau meninggalkan rumaha yahmu khawatir padamu apakah itu benar ujar pria itu Jin Wook hanya tertawa.
Itu karena aku tidak ingin di campuri dengan urusan pekerjaan.
Kalau begitu kau sudah memiliki banyak uang bukan karena itu cepat sudahi makanmu dan segera pulang kerumah jika ayahmu tahu kau makan Jeokbal di restoran inidia akan memintamu untuk segera pulang kerumah.
Baik ujar Jin Wook.
Apakah dia tahu dengan ayahmu? tanya So Young heran setelah pria tersebut pergi.
Mereka pernah bekerja sama sudahlah yang pastinya ayahku sangat menyukai makanan Jeokbal ini ujar Jin Wook tidak ingin di tanya terus So Young pun menceritakan tentang ayahnya yang pergi entah kemana makanya ia sangat berharap ayahnya pulang.
Makan ini ujar So Young seraya memasukan sawi ke mulut Jin Wook mereka pun tertawa bersama sebenarnya Jin Wook adalah pewaris dari restoran makanan Jeokbal yang terkenal mendapatkan pendapatan jutaan dollar tiap tahun karena ada masalah dan mereka bertentangan dengan ayahnya Jin Wook meninggalkan rumah dan bekerja di perusahaan The Style untuk mencapai impiannya.
Joo He sedang merawat tubuhnya ia pergi ke salon kecantikan.
Ji Seung Il meneleponnya untuk meminta bantuan mencarikan baby sitter untuk menjaga Hyeon I, Ji Joo He teringat akan So Young.
Joo He kemudian menelepon So Young mengajaknya ingin bertemu So Young yang merasa sibuk menolaknya tetapi karena Joo Hee menanyakan bahwa So Young sibuk menjadi seorang So Jin, So Young langsung menyanggupinya.
So Young pun janjian dengan Ji Joo Hee di sebuah kafe, So Young lama sekali menunggu kedatangan Joo He tiba-tiba Ji Seung Il juga sedang berada disitu karna ia ingin bertemu dengan kakaknya Ji Seung Il menanyakan pada So Young kenapa ada disini. So Young bingung untuk menjawab bahwa ia akan bertemu dengan kakak presiden sehingga So Young hanya menjawab bertemu dengan teman lama sekolah. Nora dan Jang Mi Son yang tidak sengaja lewat melihat So Young berdua bersama Ji Seung Il mereka mengira keduanya sedang berkencan akhirnya So Young berniat segera pergi.
Karena tahu Ji Seung Il akan menemui Joo He maka So Young segera pergi.
Tapi sial Joo He sudah berada di luar kafe sedang berjalan menuju pintu masuk tanpa pikir panjang So Young kemudian bersembunyi di balik pot bunga yang besar di depan pintu.
Jin Wook mencoba menghubungi So Young untuk meminta keterangan bagaimana jadinya desainernya dengan menggunakan scarf tetapi tetap tidak terhubung.
Kepala bagian MD memanggil Jin Wook menanyakan idenya tentang barang dagangan yang akan di jual senilai 30.000 won. Jin Wook mengatakan itu juga sebagian dari ide team desainer kepala MD meminta jaminan untuk itu dan mengatakan jangan omong kosong saja.
Saat hendak mengambil minuman Jin Wook mendengar pembicaraan teman-temannya yang menceritakan So Young bersama Ji Seung Il di sebuah kafe, Jin Wook mengatakan bukankah berarti So Young hebat.ternyata Jin Wook benar-benar tidak mendengar pembicaraan dengan jelas saat Nora menceritakan hal itu padanya secara jelas Jin Wook terdiam.
Saat So Young masuk pembicaraan kemudian terhenti Jin Wook hanya menatap kedatangan So Young.
Lihat aktingnya So Young dia pasti sedang berakting ujar Nora.
So Young masuk dan kembali bekerja ia sendiri sedang bingung mencocokan scarf pada model desain yang ia buat.
Jin Wook kemudian masukdengan perasaan cemburu ia bertanya pada So Young tadi kemana?
Hanya bertemu dengan teman ujar So Young.
Jin Wook : teman apakah benar-benar teman? tanyanya kau kenapa tidak mengangkat teleponku?
Maaf aku tidak melihatnya jawab So Young.
Karena perasaan cemburu Jin Wook memberi saran pada So Young dengan tidak masuk akal pada desain pakaiannya Jin Wook menyarankan untuk menggunakan kancing sebagai tambahan desainnya.
Kau bisa menjadi seorang yang profesional jika menambahkan  kancing itu pada pakaian ujar Jin Wook ini adalah ide bagus.
Jin Wook tanpa sengaja mendengar percakapan direktur Hyun dengan kepala MD.
Mereka berniat untuk mengalahkan desain So Young sehingga kepala team leader Kang Yoon Seo bisa menang.
Jin Wook kemudian pergi menemui Kang Yoon Seo untuk melihat sampelnya ia berpura-pura datang memberikan ide apa ada retslitingnya? atau kancing? tanyanya kenapa tidak seorang pun datang merespon untuk ini?
Kakak bertanggung jawab atas desainerku? aku tidak tahu itu ujar Kang Yoon Seo.
Jin Wook kemudian melihat contoh desainer pakaian tersebut.
Apa ini yang dimaksud kepala bagian bagus? dengan harga jaket kulit yang mewah ini yang di bilang bagus?ujar Jin Wook, Kang Yoon Seo menatapnya dengan kesal.
Jin Wook kemudian kembali ke ruangan So Young dari jauh ia melihat So Young yang sedang kebingungan mencocokan desainernya rasa kasihan timbul pada diri Jin Wook.
Karena semua orang berniat ingin menjatuhkan Lee So Jin pikirnya.
Tanpa sepengetahuan team desainer Jin Wook melakukan survey membandingkan pakaian desain Kang Yoon Seo dan So Young.
Ia mencoba membuat masyarakat lebih tertarik dengan desain pakaian milik So Young yang tidak kalah lebih baik Jin Wook pun memberikan hadiah minuman pada setiap orang yang datang memberikan suaranya ia Juga melakukan survey di toko-toko untuk desainer tersebut dan hasilnya desain So Young lah yang lebih di minati.
Kemudian Jin Wook menemui atasan MD untuk memberikan hasil survey perorangan antara Kang Yoon Seo dan So Young menurut hasil yang ia lakukan betapa sangat marahnya atasan karena Jin Wook membantu So Young.
Dari 122 toko departemen 92 memilih jaket ini ujar Jin Wook.
Dan kau sangat gila ujar atasannya yang marah.
Tapi Jin Wook menyindir atasannya dengan kata-kata.
Orang tidak melihat dari bagusnya pakaian tetapi karena ia menyukai pakaian tersebut dan merasa nyaman di pakai dan aku telah membuktikannya untukmu.
Terang saja kepala MD menjadi sewot akan hal itu.
Jin Wook kembali menemui So Young saat itu So Young sedang kebingungan karena ponselnya tidak bekerja alias rusak Jin Wook menatap desain So Young, So Young marah dan mengatakan bahwa Jin Wook datang kesini untuk memberi ide lain yang tidak masuk akal.
Jin Wook pun memasangkan slayer cantik pada desain itu ia kemudian mengatakan barang-barang yang tadi (kancing baju,dan aksesoris yang lainnya) dikembalikan saja ke gudang dan menggunakan slayer tersebut saja melihat itu So Young menjadi senang.
Jin Wook kemudian mengajak So Young janjian untuk makan hidangan lezat yang dijual di depan kantor perusahaan malam nanti So Young mengatakan iya. Perasaan suka Jin Wook terhadap So Young semakin lama semakin tumbuh ia berniat ketika janjian makan malam nanti ia akan memberikan hadiah handphone pada So Young.
Jin Wook pun pergi membelikan sebuah ponsel untuk So Young.
So Young yang baru hendak pergi menemui Jin Wook tiba-tiba menerima telepon rupanya dari Hyeon I yang mengatakan ia di rumah sendirian karena merasa takut terjadi apa-apa So Young berniat pergi kerumah Hyeon I dulu.
Jin Wook yang baru saja membeli ponsel untuk So Young terus menanti kedatangan So Young karena sudah terlalu lama tidak datang Jin Wook mencoba untuk menelepon tetapi ia baru ingat karena ponselnya rusaklah kenapa ia membeli ponsel untuknya Jin Wook pun menelepon ke kantor.
Karena mengira Hyeon I sendiri di rumah tanpa ayahnya ia pun kemudian membatalkan janji dengan Jin Wook, So Young mengatakan pada Jin Wook (via telepon) untuk pergi ke rumah bosnya sekarang Jin Wook kesal bukan main.
So Young masuk kedalam ruangan langsung memeluk Hyeon I karena khawatir betapa terkejutnya So Young bahwa Hyeon I tidak sendiri melainkan bersama pengasuh untuknya.
Kenapa kau berkata kau sendirian tadi? tanya So Young.
Aku kan berkata aku sendirian di rumah tanpa ayahku jawab Hyeon I.
Ya ampun aku berlarian sepanjang jalan kesini hingga aku mau pipis.
Toliet disitu ujar Hyeon I tanpa rasa salah So Young pun pergi ke kamar mandi.
Hyeon I yang nakal dan serba ingin tahu membuka isi tas So Young.
Hyeon-I menemukan KTP So Young dan membacanya 1978.
So Young yang baru kembali dari kamar mandi panik melihat Hyeon-I menemukan KTPnya So Young segera mengambilnya.
Bibib apa yang di maksud 1978 di foto itu?
Itu tidak tahu ujar So Young bohong.
Aku jelas melihatnya1978 disitu karena bingung So Young berkata 78 itu adalah nomor telepon rumahnya.
Rupanya Hyeon-I mengira 1978 adalah IQ So Young yang artinya ia setara dengan lumba-lumba dan masih di bawah IQ sympanse So Young hanya menatap kesal mendengarnya So Young berniat pamit Hyeon-I mengatakan bahwa kenapa So Young berniat meninggalkan anak kecil sendiri So Young beralasan bukankah ia sedang mengepel Hyeon-I menyukai So Young.
So Young kemudian masak.
Saat So Young memasak untuk Hyeon-I ia mengatakan bahwa aku tidak suka wortel dan daun bawang bisakah lebih cepat?
Bersabarlah ujar So Young.
Hyeon-I : aku ingin cepat selesai makan sebelum ayahku datang kalau ia tahu aku bisa mati!
So Young : kenapa?
Hyeon-I : ayahku tidak suka aku makan kue beras (deokbeokki) karena jika aku makan aku akan tumbuh jerawat.
Mendengar itu So Young terkejut serta panik kenapa tidak berkata dari tadi pikir So Young.
Saat itu juga ayah Hyeon-I masuk.
Ji Seung Il terkejut So Young berada di rumahnya dan memasak So Young buru-buru minta maaf karena telah memasak makanan yang tidak di sukai ternyata Hyeon-I membohongi So Young terang saja Hyeon-I mengatakan wajar saja ia mudah percaya dengan kata-kataku karena So Young berIQ 78 So Young mengerling memberikan aba-aba meminta Hyeon-I tidak membahas itu lagi.
Setelah selesai menyiapkan makanan So Young berniat pulang dan meminta ijin tapi Hyeon-I meledeknya dengan bernyanyi selanjutnya aku akan berkata ke ayah? siapa yang telah di saingi monyet/sympanse? itu adalah Lee So Jin, Lee So Jin hampir sama dengan lumba-lumba bahkan tidak hanya lumba-lumba saja bahkan ikan mas. Mendengar itu Ji seung Il tersenyum ia meminta So Young untuk makan bersama dulu saat Ji Seung Il sedang memasukan makanan ke mangkuk So Young, Kang Yoon Seo masuk dan melihat itu ia heran kenapa So Jin bisa disitu ucapnya Ji Seung Il menjawab Hyeon-I yang meneleponnya untuk datang. Saat itu Kang Yoon Seo terlihat membawakan makan malam tetapi karena Hyeon-I memintanya untuk makan kue beras buatan So Young ia hanya menaruhnya di meja.

Hyeon-I memberikan semangkuk kue beras pada Kang Yoon Seo.
Bibi makan ini jika kau menyisakan satupun kau akan pergi ke neraka ujar Hyeon-I.
Kang Yoon Seo mengatakan tentu karena ini sangat enak Kang Yoon Seo baru mengetahui bahwa yang memasak makanan tersebut adalah So Young, So Young menjadi serba salah.
Hyeon-I menanyakan pada ayahnya siapa yang paling cantik antara Kang Yoon Seo dan Soo Young, Ji Seung Il bingung dan menjawab bahwa putrinya lah yang cantik.
Karena Hyeon-I terus mendesak dan membanding-bandingkan kecantikan So Young dan Kang Yoon Seo, Soo Young meminta izin pulang.
Saat itu juga suara bel berbunyi Jin Wook rupanya datang kesitu betapa terkejutnya ia melihat Kang Yoon Seo, Hyeon-I juga ada disitu.
Jin Wook beralasan menyusul So Young yang hendak janjian dengannya makan malam bersama karena tidak juga datang makanya ia menjemputnya kemudian Ji Seung Il mengajaknya makan So Young merasa malu atas alasan Jin Wook pada atasannya itu.
Paman IQmu 120 jangan bohong? tanya Hyeon-I yang masih membahas IQ.
Itu benar ujar Jin Wook.
Iya itu benar ia ber IQ 120 dan kita pernah satu sekolah.
Paman apa kau menyukai bibi bukan kau tapi dia ujar Hyeon-I.
Tidak  mungkin dia itu pendek dan jelek ujar Jin Wook mendengar hal itu So Young menjadi kesal.
Tetapi kenapa kau ingin makan malam dengannya? tanya Hyeon-I.
Ramen apa kau ingin makan dengan siapapun bukan ujar Jin Wook asal.
Setelah makan Ji Seung Il meminta Hyeon-I untuk segera pergi tidur Hyeon-I mengatakan ia ingin tidur ditemani So Young dan Jin Wook terpaksa lah keduanya menidurkan Hyeon-I.
Setelah Hyeon-I tertidur nyenyak keduanya pun dengan pelan-pelan berjalan keluar kamar.
So Young dengan tatapan masih kesal langsung saja ditarik Jin Wook dan segera dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan.
Kenapa kau mengangkat telepon anak perempuan presiden? tanya Jin Wook yang aku sampai stress memikirkannya.
Hyeon-I yang meneleponku di perusahaan.
Dan kau senangkan mengangkat teleponnya sehingga kau tidak mengingat perasaan aku lagi karena kau berbicara dengan anak presiden dan juga kenapa kau harus datang kerumah president ujar Jin Wook kesal dan cemburu bukankah kau sudah berkata pada semua orang bahwa kau tidak ada hubungan dengan presiden? tapi kau juga masih kesini kau tidak mengindahkan dan berpikir tentang situasi yang terjadi nanti kau sangat tidak hati-hati.
Kemudianmemangnya kenapa aku pergi kesini? tanya So Young marah aku kesini karena anaknya yang memintaku karena dia berkata dia sendiri di rumah dan aku tidak tahu bakal begini ujar So Young.
Keduanya bertengkar hebat Ji Seung Il pun dan Kang Yoon Seo pun masuk menemui mereka meskipun maksudnya bukan begitu tapi aku minta maaf Choi Jin Wook, Hyeon-I telah membuatmu marah ujar Ji Seung Il yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka.
Oh tidak apa-apa ia hanya anak kecil.
Hari ini aku sangat mengucapkan terima kasih banyak padamu Lee So Jin ujar Ji Seung Il.
So Young hanya mengangguk.
Kakak kau antar dia pulang kan? tanya Kang Yoon Seo, Jin Wook mengangguk iya.
Tidak dia akan pulang naik taxi ucap Ji Seung Il.
Kang Yoon Seo dan Jin Wook mendengar ucapan Ji Seung Il.
Baik iya akan pulang naik taxi ujar Jin Wook seraya menatap tajam pada Ji Seung Il, Ji Seung Il pun membalasnya dengan tajam.
Tidak perlu aku akan pulang sendiri ujar So Young cepat.
So Young kemudian pulang dengan berjalan kaki cepat Jin Wook mengikutinya terus So Young yang sudah menahan kekesalannya terlihat matanya memerah So Young marah kenapa Jin Wook mengikutinya terus sampai ke rumah presiden dan membuat kata-kata yang membuat malu So Young, So Young terus memaki-maki Jin Wook. Dan kenapa kau terus mengikutiku kau tahu hari ini bagaimana perasaanku hah apa karena kepala team leader itu karena kau bersikap baik di depannya dan kau berpikir itu dengan tidak memikirkan perasaan orang lain. Betul tidak ada yang peduli karena kau menyukai kepala team leaderkan dan itu sungguh bagus tapi denganku kenapa kau lampiaskan kekesalanmu padaku mengapa kau ingin.
Saat itu juga Jin Wook mencium So Young, So Young terkejut atas ciuman Jin Wook.
Kau bajingan ucap So Young tidak percaya apa yang kau lakukan? tanya So Young lagi Jin Wook bingung salah tingkah campur aduk apa yang kau pikirkan? jangan berkata sesuatu apapun padaku So Young pun segera berlari Jin Wook yang kebingungan mencoba menjelaskan dan menarik tangan So Young tapi So Young langsung memukul-mukul tubuh Jin Wook serta menendang kakinya.
So Young pun kabur meninggalkan Jin Wook.
Tuan Sun Nam duduk seraya minum anggur ia menatap ponselnya kita memang benar-benar layak kudengar kau menangis dan menangis sampai air mata darah kupikir aku terlalu kejam pada So Young.
Kemudian tidak sengaja bersamaan dengan itu So Young lewat tuan Sun Nam memanggilnya dan menanyakan kenapa So Young datang terlambat So Young mengatakan ada masalah kecil tuan Sun Nam Memperhatikan wajah So Young yang terlihat bersemu merah.
Sebenarnya aku juga merasa sakit melihatmu Soo Young tapi wanita itu terlalu atraktif dan sangat mencintaiku tapi karena melihat wajahmu aku berubah pikiran kau sangat baik di mataku.
Mendengar kata-kata tersebut So Young panik karena rupanya selama ini tuan Sun Nam baik padanya karena menyukainya ia buru-buru pergi meninggalkan tuan Sun Nam padahal saat itu juga tuan Sun Nam bermaksud mengutarakan isi hatinya pada So Young.

Jin Wook pulang kerumah ia melihat kembali dasi-dasi yang berjejer rapi yang sudah di siapkan So Young sehingga praktis untuk di gunakan ia teringat saat-saat So Young membantunya memasangkan dasi sungguh hal tersebut membuat pikiran Jin Wook semakin kacau.
So Young sendiri tidak bisa tidur memikirkan adegan kissnya dengan Jin Wook ia merasa bingung kenapa Jin Wook melakukannya ia juga menganggap Jin Wook sebagai adiknya karena Jin Wook lebih muda 7 tahun darinya So Young pun menjadi bingung karena itu adalah ciuman pertamanya!
Pagi harinya saat kembali bekerja Jin Wook tidak sengaja berpapasan dengan So Young mereka berdua terlihat canggung Jang Ki Hong masuk ke dalam lift dan mengajak mereka berdua ikut masuk kepala bagian Jang merasakan suasana terlihat canggung ia merasakan hal ini tidak biasa dan ia mencoba menerka sesuatu dan berkata.
Apa kalian kemarin berciuman? ujar Jang Ki Hong.
Keduanya pun membantah dengan cepat dan hal itu membuat Jang Ki Hong semakin yakin atas persepsinya itu.
Ji Seung Il sedang minum bersama Kang Yoon Seo dan direktur Hyun, direktur Hyun menanyakan kapan Ji Seung Il pergi ke cina ia juga mengatakan bahwa direktur Baek sepertinya tepat untuk sementara menggantikan kepergiannya bukankah ia sudah 30 tahun bekerja di perusahaan itu.
Ji Seung Il menemui direktur Baek ia melihat direktur Baek bekerja begitu keras dan ia menghawatirkan direktur Baek lelah Ji Seung Il pun curhat masalah anaknya direktur Baek menyarankan presiden untuk segera mencari pengganti ibu baru untuk anaknya itu.
Kang Yoon Seo sedang berbincang bersama ibunya ia berpikir bahwa Ji Seung Il itu bodoh karena ia pasti akan meminta pendapat dari direktur Baek untuk menikah denganmu bukankah direktur Baek itu sangat sombong kebencian demi kebencian direktur Hyun semakin tinggi pada direktur Baek.
Jin Wook hendak mengambil minuman dingin saat itu juga So Young ingin mengambil minuman mereka berdua terlihat canggung Jin Wook akhirnya memberanikan diri untuk meminta maaf atas masalah kemarin.
Saat So Young kembali membawakan makanan untuk team desainer, Jang Ki Hong sedang membaca koran ia melihat foto Lee So Jin terpampang disitu kemudian mereka pun membahas umur So Young dan mengira-ngira umurnya sekita 34,35 Kang Yoon Seo yang lewat tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka semakin tinggi kecurigaan Kang Yoon Seo.
So Young kembali bekerja untuk mencari suatu bahan direktur Baek datang menghampirinya direktur Baek mencoba melihat garis nasib So Young kau belum menikah bukan?
Apa ada yang salah? tanya So Young.
Sudah berapa lamau kau berada di pekerjaan ini? ujar direktur Baek seraya meneliti garis tangan So Young liat tanganku berada disini setelah 35 tahun bekerja membuat tanganku seperti ini tapi kau baru beberapa tahun tapi seperti sudah lama bekerja jaga lebih baik tanganmu kau kan belum menikah. Direktur Baek pun pergi So Young menjadi bingung sendiri mendengar kata-kata direktur Baek seraya melihat garis tangannya.
Tuan Sun Nam menemui ibu So Young/Jung Ok saat hendak berbicara Lee So Jin datang menggerutu
bagaimana ini aku ingin tidur tapi air terus mengalir tanpa di perhatikan aku hampir tidak bisa mencuci tanganku memangnya sudah berapa lama kita tinggal dirumah bobrok seperti ini sih!
Hey dasar wanita ini ujar ibu yang merasa tidak enak pada Sun Nam.
So Jin duduk bersama keduanya aku ingin minum jus asli 100%.
Tapi disini hanya ada jus 50 % kau boleh mengambilnya sedikit jawab Sun Nam.
Tapi kenapa paman kemari? apa baru saja di buang wanita.
So Jin senyum Sun Nam terkejut mendengarnya.
Hey, hey ujar Jung Ok.
Kenapa juga kemari ke sini setelah kau ditinggalkan wanita itu sewa juga sudah disetorkan di bank kau kesini karena kakakkan.
Bukan begitu aku kesini karena dia tidak bisa mengangkat teleponku terus aku khawatir akan terjadi sesuatu padanya.
Cheon Nam aku minta maaf ujar Jung Ok setiap jatuh tempo membayar sewa aku selalu kurang membayarnya.
Bukan aku kesini bukan untuk membicarakan sewa di masa lalu mungkin untuk membayar sewa meski selalu terlambat tapi biasanya So Young selalu meneleponku atau berbicara langsug padaku.
Itu karena dia sudah bekerja ujar Jung Ok.
Akhirnya Sun Nam tahu So Young bekerja di perusahaan sebagai seorang desainer jelas itu sangat membuat Sun Nam terkejut karena selama ini yang ia tahu So Young selalu dalam kesialan.
Rupanya keterkejutan tersebut langsung membuat Sun Nam ingin menelepon perusahaan The Style tempat So Young bekerja aaat itu di ruangan ada Kang Yoon Seo, Young Saw dan Jang Mi Son, Jang Mi Son yang mengangkat telepon Sun Nam. Sun Nam mengatakan ia ingin bicara dengan Lee So Young, Jang Mi Son sendiri bingung karena Lee So Young tidak ada di team desainer Kang Yoon Seo yang mendengar pembicaraan tersebut kemudian mengambil telepon dan berbicara pada Sun Nam.

Kang Yoon Seo mengatakan bahwa ia tahu Lee So Young adalah kakak Lee So Jin dan Sun Nam pun mengiyakan ia juga menyebutkan bahwa Lee So Young adalah wanita yang memiliki mata bulat dan lucu Kang Yoon Seo mengatakan bahwa Lee So Young tidak bekerja di perusahaan itu. Tetapi ini adalah hal yang membuat Kang Yoon Seo begitu yakin bahwa Lee So Jin sebenarnya telah melakukan kebohongan.
Kang Yoon Seo menemui Ji Seung Il ia beralasan sekedar ingin mengajak minum kopi.
Saat itu sampul majalah yang bergambar Ji Seung Il terlihat seperti berumur 36 tahun karena terlihat dewasa ujar Kang Yoon Seo berargumen.
Tapi kakak tidak menyukai wanita yang berumur di atas 20 tahun kan? menipu pendidikan dan menipu umur kakak apa kau pernah di bohongin wanita tentang umurnya? tentang gambaran sendiri wanita itu?
Kenapa kau akhirnya menanyakan itu padaku? tanya Ji Seung Il bingung.
Dunia ini begitu kecil ujar Kang Yoon Seo tersenyum penuh arti.
Hanya orang konyol yang melakukan kebohongan seperti itu jawab Ji Seung Il.
Pada waktunya kebenaran akan terungkap bukan benar-benar orang yang konyol ujar Kang Yoon Seo tentu saja hal ini dilakukan Kang Yoon Seo bertujuan untuk mengetahui respon sendiri Ji Seung Il.
Sekiranya begitu Kang Yoon Seo keluar dari ruangan Ji Seung Il ia menelepon Ji Joo He ia meminta Joo He untuk datang Kang Yoon Seo berniat untuk membongkar kebohongan yang dilakukan oleh So Young dan ia berharap Joo He lah yang terlebih dahulu memastikannya.
Saat So Young sedang membawa bahan perlengkapan ke ruang desainer Nora memanggilnya dan mengatakan Kang Yoon Seo ingin bertemu.
Segera saja So Young masuk keruangan tersebut.
Ia terkejut sekali melihat sahabat lamanya Ji Joo Hee berada di ruangan tersebut.
Soo Young ujar Joo Hee.
Kenapa kau kemari? tanya Joo Hee.
So Young segera menarik Joo Hee untuk pergi tapi Kang Yoon Seo sudah berada di depan pintu.
Apa yang kalian berdua lakukan? tanya Kang Yoon Seo apa kalian berdua sudah saling kenal.
Kami, kami saling kenal.
Ah benarkah ujar Kang Yoon Seo tersenyum penuh maksud So Young dengan wajah memelas memberi tanda pada Joo Hee.
Dia salah satu murid nomor satu aku pernah belajar padanya ia di gunakan sebagai dosen sebelum profesor datang di sekolah benarkan So Jin.
Ya ujar So Young panik.
Tentu saja benaria wanita yang pintar dan memiliki wajah imut seperti bayi ujar Joo Hee beralasan untung saja Joo Hee segera mengetahui maksud Kang Yoon Seo memintanya kemari hingga ia bisa sedikit berakting membantu So Young.
Ya benar ia memiliki muka baby faced karena umurnya masih 25 tahun profesor kau memang memiliki muka yang baby faced ujar Joo Hee lagi.
Kemudian itu senang aku bertemu denganmu lagi ujar So Young.

So Young pun keluar dari ruangan tersebut Joo Hee yang baru saja berbohong terlihat sedikit grogi dan merasa ruangan sedikit panas Kang Yoon Seo menawarkan akan membawakan minuman untuknya Joo Hee mengiyakan.
Ya ampun kenapa ruangan ini begitu panas? ujar Joo Hee.
Apa ada sesuatu? tanya Kang Yoon Seo, Joo He mengatakan tidak.
Kang Yoon Seo pun bercerita pada So Jin baru saja bekerja disini tentu saja Joo Hee pura-pura terkejut.
Maaf aku telah buat kesalahan padamu ujar Joo Hee.
Ah benarkah? tidak masalah dia baru saja mulai kerja disini.
Yoon Seo kau tidak hanya cantik ternyata kepribadianmu sangat baik ujar Joo Hee memuji tapi tadi kenapa kau mengatakan ingin bertemu denganku?
Joo Hee buru-buru permisi pergi ia takut akan salah bicara.
Kenapa? kenapa dia juga membantunya? pikir Kang Yoon Seo.
Kang Yoon Seo punya seribu cara untuk itu dia mencari kartu nama bos tempat Lee So Young pernah bekerja Park Choo Man.
Hallo aku Kang Yoon Seo apa kau sangat begitu mengenal lee So Young? ujar Kang Yoon Seo pada Park Cho Man.
Park Cho Man pun mengangguk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar