Laman

Senin, 07 November 2011

Sinopsis Hello Ghost

Movie : Hello Ghost
Revised romanization : Hellowoo Goseuteu
Hangul : 헬로우 고스트
Release Date : December 23, 2010
Runtime : 111 min.
Language : Korean
Country : South Korea
Genre : Comedy, Family
Duration : 01:51:14
Cast
Cha Tae Hyun as Sang Man
Kang Hye Won as Jung Yun Soo
Lee Moon Su as perverted ghost
Ko Chang Seok as cigarette smoking ghost
Jang Yeong Nam as crying ghost
Cheon Bo Keun as elementary school student ghost
Additional Cast Members:
Kong Ho Suk - Goo Pan Soo
Yoo Soon Woong - Det. No
Jeong Gyu Su - Jung Choo Han
Ahn Kil Kang - co. president
Yang Eun Yong - co. president's wife
Ra Mi-Ran - woman who lives next door
Jo Duk Je - younger cop
Lee Sang Hee - older cop
Kang Hyun Joong - emergency (911) medic
Min Young - emergency room nurse
Lee Han Wi - fortune teller
Oh Na Mi - woman on bus
Seorang pria yang tinggal sendiri sedang makan sambil menangis dan menonton tv dalam hatinya ia berkata hari kunjungan anak asuh banyak orang yang telah mengunjungiku banyak juga yang bertanya namaku namun tak seorangpun yang memanggilku untuk di adopsi aku orang yg yang telah hidup di panti asuhan hidup sendirian begitu lama hidup terasa begitu keras tak seorangpun mengingatku di dunia ini aku benar-benar sudah lelah.
Telepon berdering Kang sang Man tetap tidak memperdulikan suara itu ia terus saja makan obat yang ada didepannya dan kembali melihat ke arah tv telepon kembali bordering namun Sang Man tetap mengabaikannya dan ia melihat ke arah minuman yang ada di depannya sudah kosong ia memuntahkan makanan atau obat dari perutnya.Telepon kembali bordering Sang Man menuju telepon dan mengangkatnya dan ternyata itu adalah telepon dari orang yang menyewa rumah Sang Man sudah berkali-kali mencoba untuk bunuh diri kali ini ia minum obat sebanyak-banyaknya dan tetangganya melihat ia akan bunuh diri.Hey ada apa ini? kalau mau mati pergilah ke tempat lain kata tetangga tersebut dan bunuh dirinya gagal lagi.
Keesokan harinya Sang Man melompat ke danau namun niatnya untuk bunuh diri gagal lagi ia ditemukan oleh petugas atau penjaga danau tersebut dan membawanya ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit ia pun sadar dan melihat ke sekeliling rumah sakit ketika melihat ke sebelahnya ternyata ada seorang bapak yang sedang merokok dan berkata penjenguk tidak seharusnya merokok di rumah sakit bapak tersebut malah menyemburkan asap rokoknya ke Sang Man.
Seorang suster datang mnghampiri Sang Man dan mangambil sebatang rokok yang ada ditangan Sang Man masa kau tidak tahu dilarang merokok di rumah sakit tegur suster, Sang Man terkejut kenapa bisa batang rokok tersebut ada ditangnnya ia memeriksa kembali jari tangnnya dan kemudian memandang ke arah bapak-bapak yang merokok tadi.
Sang Man di bawa ke ruang rawat dengan tempat tidurnya ia melihat ke sebelahnya si perokok tadi sudah ada dan mengikutinya Sang Man bertanya apakah kita harus pergi dengan pria ini? perawat bingung dan tanpa banyak bicara Sang Man pun langsung dibawa ke ruang psikiater.
Bagaimana keadaanku? ah harus kita lihat dulu apakah ada komplikasi jawab dokter, dokter langsung bertanya sejak kapan kau mulai untuk bunuh diri? Sang Man menjawab belum lama ini.
Dokter: mengapa kau ingin bunuh diri?
Sang Man : tidak ada semangat dan harapan untukku hidup
Dokter : kau sungguh ingin mati?
Sang Man : entahlah aku tidak mampu untuk melakukannya
Dokter : sebenarnya dengan menahan napas saja bisa aku dengar kau punya teman (Sang Man melihat ke sebelahnya ada perokok tadi) dan dokter pun bingung.
Dokter : mungkinkah dia yg menghasutmu untuk bunuh diri?
Sang Man : tidak aku baru melihatnya pertama kali ini di rumah sakit.
Sang Man mendengar suara tangisan perempuan di ruangan dokter Sang pun mencari sumber suara tersebut dan ia mendekati lemari yang ada di ruangan ia membuka lemari dan melihat ada seorang perempuan yg lg duduk dan menangis.
Apa yang kau lakukan di sini? tanya Sang Man! Maaf, maafkan aku menangis di sini jawab perempuan itu Sang Man bertnya kenapa orang ini ada di sini? dokter dan perawat lainnya melihat ke arah lemari tersebut namun tidak ada orang di dalamnya dokter semakin bingung dan langsung menelepon perawat lainnya tolong bawa pasiennya.
Sang Man membentak dokter aku bertanya kenapa orang ini menangis di sini? apa kau benar-benar tidak melihat? kau ini sungguh keterlaluan kenapa kau menyakiti perempuan seperti ini? apa yang kau lakukan dengan wanita itu keluar kau jangan duduk di dalam sana bentak Sang Man pada wanita itu.
Sang Man langsung di bawa keluar oleh dokter dengan tempat tidurnya kali ini dia tidak hanya berdua dengan si perokok tadi ada satu orang lagi yang bertambah dia adalah wanita yg menangis tadi.
Sampai di kamar Sang Man ingin keluar dan ke toilet.
Di jalan menuju toilet ia bertemu seorang kakek yg sedang jongkok di atas meja suster.
Si kakek iseng meniupi kertas yang ada di meja dan si suster pun harus mengambil kertas-kertas yang bertebaran tersebut Sang Man mendekati kakek tersebut namun si kakek berusaha membuat Sang Man takut dengan memperbesar kepalanya.
Melihat itu Sang Man ketakutan dan langsung berlari ke kamar.
Sesampainya di kamar apa yang dia lihat benar ketika dia membuka pintu kamar ternyata di depan kamar tersebut sudah ada hantu yang tiga tadi (si perokok, si perempuan cengeng, dan si kakek).
Sang Man bertanya kalian bukan manusia kan? mengapa kalian datang padaku? para hantu mengangukkan kepala dan berkata mulai hari ini kami bergabung denganmu menjadi satu jiwa apa? apa yang dibagi? tubuhmu jawab si perokok.
Sang Man: jadi kalian 1 2 3 dari kalian akan berbagi tubuh denganku? kepalaku terasa pusing.
Begitu ia bangun di depannya sudah ada dokter apa tidurmu nyenyak? apa kasur ini terlalu keras sehingga lebih nyaman tidur di lantai? tanya dokter.Tentu saja kasur ini lebih lembut dari lantai jawab Sang Man, Sang melihat ke arah kasur yang ada di depannya dan di situ ada seorang anak kecil yang sedang loncat-loncat sambil tersenyum pada Sang Man ketika Sang Man akan bertanya ke dokter tentang siapa anak itu ia lalu berpikir bahwa hanya dia yang melihat sehingga Sang Man tidak jadi bicara.
Dalam hati Sang Man ia merasa bahwa hidupnya seperti di neraka dan akan ditemani oleh keempat hantu tersebut. (si perokok, si perempuan cengeng, si kakek dan anak kecil) Sang Man naik bus menuju rumah tetap ke empat hantu itu masih mengikutinya mengapa kalian mengikutiku setiap saat kemanapun aku pergi? tiba-tiba seorang wanita menjawab apa kau tertarik padaku? orang lain akan mengira kalo dia sedang berbicara dengan wanita yang duduk disebelahnya.
Hidup Sang Man pun mulai kacau ia yang biasa hidup sehat kini hidupnya berantakan ia pun pergi ke paranormal dan menceritakan masalahnya.
Sang Man ingin agar hantu-hantu itu segera pergi namun kata si paranormal tidak akan mudah untuk mengusir hantu-hantu itu untuk pergi mereka hanya akan pergi dengan kemauan sendiri setelah kemauan mereka terpenuhi si paranormal pun berkata mereka adalah arwah yang memanggilmu bersyukurlah kau tidak jadi bertemu dengan Tuhan kau telah selamat kembali ke dunia dan juga mampu berkomunikasi dengan arwah.
Sang Man : aku hanya ingin mati.
Paranormal : kau tidak mungkin mati begitu saja sebelum kau dipanggilnya mengerti? ada arwah yang bisa berbicara denganmu dan mereka tidak akan membiarkanmu mati begitu saja
Sang Man : mereka berkata ingin berbagi tubuh denganku
Paranormal : itu artinya mereka hanya menginginkan tubuhmu merasuki tubuhmu untuk makan, minum dan berbicara kau harus menjaga kesehatanmu karena kebiasaan hidupmu akan berubah.
Sesampainya di rumah ia melihat di rumahnya sekarang ada 4 pasang sepatu ya itu adalah sepatu dari ke empat hantu yang selalu mengikutinya.
Sekarang ia dirasuki oleh arwah si kakek si kakek adalah seorang peminum yang kuat karena si kakek memakai badan Sang Man untuk minum jadi Sang Man pun merasa harus minum alkohol si kakek bertanya pada Sang Man apa kau tidak minum? Sang Man langsung memotong aku sangat menghargai hidup sehat
Besoknya begitu Sang Man terbangun dari tidur ia sudah merasa mual dan sakit perut ini adalah akibat dari si kakek yang minum tadi malam.
Sang Man pun harus melakukan ini meskipun ia merasa sakit.
Berikutnya hantu anak kecil sedang makan coklat dan tidak tanggung-tangung coklatnya banyak sekali.
Lalu bagaimana dengan si perokok Sang Man harus merokok hingga sampai ribuan bungkus rokok yang sudah ia habiskan.
Si perempuan cengeng harus menangis setiap hari inilah peran-peran yang harus di lakukan Sang Man setiap hari bagaimana dengan tetangganya yg melihat Sang Man? ya tentu saja mereka heran dengan tingkah laku Sang Man yang berubah-ubah.
Sang Man kesal karena begitu ia bangun orang yang selalu di lihatnya adalah ke empat hantu itu sedang bermain dan menonton di ruang tamu.
Sang Man marah dan berkata apa yg kalian lakukan kesehatanku itu berharga kau tahu? apa kau tahu betapa penting kesehatan bagi hidupku? kalian tidak hidup kan? mengapa aku harus tersiksa seperti ini sungguh sialnya aku sambil teriak namun para hantu tidak mempedulikannya mereka hanya melihat ke arah dia sebentar dan kembali lagi menonton tv.
Begitulah Sang Man menjalani hidupnya setiap hari ketika ia tidur ia merasa sangat kedinginan kamarnya seperti di selimuti es Sang Man tidak kuat dan kembali menemui si paranormal Sang Man terus meminta agar para hantu itu bisa pergi dari rumahnya hasilnya tetap sama si paranormal tetap berkata kalau para hantu itu tidak akan pergi tunggu saja sampai mereka benar-benar ingin pergi Sang Man merasa sedih dan lelah dengan keberadaan para hantu.
Ketika sedang berada di ruang tv Sang Man menemui para hantu dan duduk di depan mereka untuk berbagi dengan kalian apa aku bisa hidup sehat semua perusahaan memecatku dan tidak menerimaku untuk bekerja mereka mengatakan aku tidak sehat jadi kumohon kalian jangan begitu.
Apa yang kalian inginkan? keinginan yang belum terwujud jika ada aku mau untuk mengunakan tubuhku dan mencari cara memenuhi kebutuhan kalian yg belum terwujud semuanya setelah keinginan kalian terpenuhi kalian harus pergi dari sini para hantu pun setuju dan mereka mengatakan keinginan masing-masing.
Sang Man membantu si kakek mencari kamera ke seluruh toko mereka mengunjungi semua toko kamera namun kamera yang diinginkan si kakek tidak ditemukan Sang Man merasa lelah dan marah si kakek pun berkata bagaiman bisa kita menenukan kamera di sini kameranya ada di tangan orang dan orang itu ada di Chu Jeon.
Sang Man harus ke Chu Jeon untuk mengambil kamera itu ternyata kamera itu ada di lemari seorang polisi Sang Man mengikuti polisi saat itu polisi sedang menjalankan tugas yaitu menangkap penjahat siapa kira kedatangan Sang Man malah membuat rencana polisi untuk menangkap penjahat jadi gagal akibat ini Sang Man akhirnya di bawa ke kantor polisi karena telah menggangu kelancaran tugas polisi.
Di kantor polisi Sang Man bertingkah layaknya orang idiot ia mengikuti pembicaraan si polisi Sang Man mengatai si polisi dan meminta kamera yang ada di lemari sekarang urusan si kakek selesai.
Sekarang anak kecil Sang Man bertanya apa keinginanmu yang belum terwujud? mereka pun menuju bioskop untuk menonton cartoon di tempat pembelian tiket bioskop Sang Man bertemu dengan suster yang dulu pernah mengambil batang rokok dari tangannya.
Suster besama seorang anak kecil berumur sekitar 8 tahun Sang Man mendekat dan bertanya apa kau suka menonton si suster hanya manganggukkan kepala dan mereka pun mulai masuk bioskop karena filmnya sudah dimulai.
Keluar dari bioskop mereka pun berjalan untuk pulang ditengah jalan mereka bertemu dengan orang yang menjual permanen Sang Man pun mencoba ikut permainan itu dan ia mendapatkan permen Sang Man berniat memberikan permen itu ke anak kecil yang bersama suster tadi tiba-tiba Sang Man melihat si hantu kecil dan menghampirinya.
Hantu kecil marah dan kesal bagaimana bisa kau akan memberi permen ini kepada anak itu kau mendapatkan permen ini berkat aku, aku yang telah mendapatkanya Sang Man pun menjawab kau sudah mendaptkan mainan yang banyak kau masih ingin makanan.
Suster datang menghampiri kalau kau tidak mau memberikannya tidak apa-apa permennya untukmu saja si hantu kecil selesai.
Sekarang si perokok si perokok menginginkan mobil yang ada di sebuah komplek mereka pun memasuki komplek itu dengan sembunyi-sembunyi dan tentu dengan sangat hati-hati sesampainya di tempat mobil itu mereka melihat ternyata di dalam mobil yang mereka inginkan ada seorang pria yang sedang mabuk dan menangis.
Si pria itu pun marah dan mengejar mereka (Sang Man dan Perokok) si pria hampir menabrak mereka berdua si pria itupun lalu berhenti dan menangis kenapa kau berselingkuh kenapa kau meninggalkanku.
Sang Man mendekat dan berkata aku bisa membantumu tapi kembalikan mobil itu.
Sang Man pun mencari istri si pria itu ia menemukan keberadaan wanita itu dan mengikuti kemana ia pergi wanita itu menuju rumah sakit ketika di periksa ternyata wanita itu sedang hamil dan ia terkena penyakit kanker paru-paru.
Sang Man menemui si pria tadi dan menceritakan semua istrimu sedang hamil yang menjadi permasalahan bukan mobilnya tapi kebiasaanmu merokok.
Istrimu terkena kanker paru-paru dia tidak menyerah untuk pengobatan anakmu pria itupun menangis dan ia menemui istrinya serta minta maaf pria itu berkata kau seharusnya memberitahuku bagaimana bisa anak itu hidup sendiri wanita itu menjawab anak ini akan baik-baik saja.
Akhirnya mereka mendaptkan mobil itu si perokok mengemudi dan menuju ke pantai si perokok memulai pembicaraan bagaimana anginnya semilir sangat menyenangkan ini pertama kalinya kau ke pantai kan? Sang hanya diam dan mengikuti si perokok.
Di pantai mereka mengobrol tentang kehidupan si perokok ia sudah menikah dan mempunyai 2 anak menikah itu sangat menyenangkan dua orang yang menikah akan menghiasi hidup bersama kata si perokok.
Sang Man melanjutkan percakapan apa kau senang? ya tentu saja senang dari seorang diri menjadi beberapa orang tidak peduli betapa sulitnya mencari nafkah tanganmu akan lebih kuat keluarga adalah yg menjadi penyemangat dalam hidup jawab si perokok. 
Si perokok mengajak Sang Man berenang Sang Man tidak mau karena ia tidak bisa berenang si perokok pun langsung menuju laut dan tentu saja badan Sang Man juga ikut. 
Sang Man berteriak kau kekanakan sekali kau meminta mobil sekarang kau memintaku berenang aku bisa mati aku tidak bisa berenang ini benar-benar dingin si perokok berkata tenanglah aku ada di sini jika kau tenang tubuhmu akan mengambang dengan sendirinya tenanglah.Dalam hati Sang Man ia berkata ini pertama kalinya aku ke laut jujur ini pertama kalinya aku ke laut begitu luas dan menyilaukan sungguh benar-benar istimewa.
Di kejauhan ternyata hantu yg lain (Si kakek, si perempuan cengeng dan anak kecil) sedang melihat Sang Man yang sedang berenang mereka tersenyum dan terharu.
Keesokan harinya Sang Man dan keempat hantu sedang menjilat permen yang di bawa hantu kecil kemarin mereka terlihat sangat menikmatinya dan mereka terlihat layaknya sebagai keluarga.
Sang Man ingin pergi berbelanja ke empat hantu itu pun ikut menemaninya.
Di dalam mobil si perokok mengambil sebatang rokok dan kemudian menghisapnya namun si perokok segera membuang rokok itu.
Sang Man heran dan bertanya apa kau ingin berhenti merokok? kau ingin menjaga kesehatan tubuhku? apa kau juga terkena kanker paru-paru? si perokok menjawab tidak aku kecelakaan lalu lintas.
Tiba-tiba suara serene mobil polisi mereka di kejar oleh polisi karena mereka membuang puntung rokok sembarangan Sang Man pun di bawa ke kantor polisi Sang Man tidak punya SIM sehingga ia harus berada di kantor polisi sampai ada yang menjemputnya Sang Man berkata pada si perokok tahukah saat-saat yang orang nantikan? festival musim semi dan juga natal dan tahun baru karena mereka kesepian.
Memikirkan yang lainnya juga mereka merasa kesepian tetapi kali ini yang lain begitu terlihat berbahagia lalu aku berpikir aku memang terlahir begini aku harus jalani hidupku sendiri.
Jadi aku harus bekerja menikahi gadis yang aku cintai punya dua anak seberapapun lelahnya tapi itu semua demi keluargaku itulah impian hidupku tapi untuk orang yang hidup tanpa keluarga hal itu tidak mungkin sungguh menyedihkan untuk hidup seorang diri di panti asuhan fotoku selalu sendirian tapi aku selalu berpikir ada keluarga untukku di suatu tempat keluarga yang tidak terlihat memikirkan mereka sebagai ayah dan ibu berpura-pura seperti itu pada diriku sendiri.
Saat Sang Man berbicara dengan perokok itu ternyata suster yang waktu itu menonton cartoon datang menjemputnya ke kantor polisi suster mendengar pembicaraan Sang Man, suster langung bersandar ke dada Sang Man.
Akhirnya Sang Man pun bisa di bawa keluar dari kantor polisi di dalam mobil mereka pun mengobrol Sang Man bertanya apa yang kau lakukan tadi kau bersandar di dadaku oh itu aku sedang mendengar detak jantungmu dan ternyata masih normal.
Ayahmu mewariskan jantung yang sehat untukmu jawab suster.
Sang Man melanjutkan kalau begitu biar adil aku jg harus mendengar jantungmu Sang Man mendengar suara jantung suster dan jantungmu berdetak sangat kencang kata Sang Man.
Di rumah sakit suter memarahi ayahnya yang sedang di rawat di rumah sakit ayahnya sedang bermain kartu dengan pasien lainnya.
Selanjutnya si perempuan cengeng apa yang kau inginkan? kata Sang Man.
Aku hanya ingin orang-orang menyukaiku membuatkan sendiri masakan untuk mereka jawab si perempuan cengeng.
Sang Man : kalau begitu buatkan daftar orang-orang itu yang bisa memenuhi keinginanmu orang-orang yang kau harapkan untuk makan malam.
Perempuan cengeng itu pun menangis lagi maafkan aku tidak bisa menjawab saat ini maafkan aku bagaimana kalau kita makan bersama?
Sang Man : apa itu tidak merepotkanmu?
perempuan cengeng : oh tidak, tidak ada yang di repotkan bergabunglah bersama kami.
Keesokan harinya si perempuan cengeng membawanya ke rumah sakit dan ternyata si ibu menginginkan makan bersama suster Jeong Yeon Soo, Sang Man menemui suster itu dan ia hampir menyentuh Yeon Soo dan berkata wow jepit rambutmu indah sekali suster yang melihat itu pun langsung tersenyum dan malu.
Dalam hati Sang Man hampir saja aku menyentuhnya.
Ketika mereka sedang berbincang-bincang ayah Yeon Soo datang ayah Yeon Soo mengikuti pertanyaan mereka sekaligus bertanya siapakah Sang Man apakah ia sudah menikah dan apa hubungann Sang Man dengan putrinya Yeon Soo ayah Yeon Soo mengatakan kalau ia sangat ingin putrinya segera menikah ia ingin sekali bisa menghadiri pernikahan anaknya Yeon Soo.
Yeon Soo yang mendengar pertanyaan-pertanyaan itu tidak suka dan langsung membentak ayahnya sekaligus meminta ayahnya pergi Sang Man yang melihat itupun terkejut dan menyuruh Yeon Soo untuk memberi hormat pada ayahnya tapi Yeon Soo malah marah dan berkata ayahku tiba-tiba membicarakan bagaimana menjalin hubungan aku tidak keberatan jawab Sang Man.
Yeon Soo: kau tidak tahu bagaimana ia memperlakukanku
Sang Man: tapi beliau adalah keluargamu
Dengan nada marah Yeon Soo menjawab yang kau berkata hanya keluarga, keluarga dan keuarga karena kau tidak mempunyai keluarga jadi kau menganggap lebih baik untuk punya keluarga? tetapi tidak bagiku aku tidak menginginkan dia sebagai keluargaku maaf Sang Man tapi tidak perlu mengurus hidup orang lain Yeon Soo langsung meninggalkan Sang Man.
Sang Man yang mendengar itu langsung pulang ke rumah ia mengambil barang-barangnya untuk dijual ke empat hantu yang di rumahnya hanya bisa diam dan bingung melihat tingkah Sang Man.
Di rumah Sang Man (Suara bel berbunyi) ternyata yang datang adalah ayah Yeon Soo ia menyampaikan beberapa pesan untuk disampaikan kepada Yeon Soo.
Keesokan harinya ayah Yeon Soo meninggal dan Sang Man menemui Yeon Soo.
Sang Man memulai pembicaraan Yeon Soo aku mungkin sulit dipercaya tapi aku benar-benar bisa lihat arwah yang sudah mati aku tahu ini sulit untuk kau percaya ayahmu telah datang menemuiku dia memintaku untuk menyampaikan padamu maafkan ayah. 
Yeon Soo: setiap harinya aku mendengar suara degup jantung ibuku degup kencangnya terdengar jelas semakin lama semkin pelan aku mendengar sampai akhirnya terdengar semakin lemah, lemah dan lemah sampai suatu hari aku mendengar degup jantung itu hilang aku begitu takut sendirian melihat ibuku meninggal uang bukanlah masalah yang aku inginkan adalah ayahku segera pulang secepatnya bagiku hanya kenangan itu yang tersisa maafkan aku, aku mohon diri.
Sang Man kembali ke rumah ia mendengar si perempuan cengeng menagis lagi Sang Man mencari ibu tersebut dan ia menemukannya di lemari.
Sang Man menemuinya dan berkata bukankah kau berkata ingin membuatkan makan malam ayo kita harus membeli sesuatu untuk di masak.
Mereka pun pergi berbelanja bersama-sama. 
Malam hari ketika perempuan cengeng memasak (dengan tubuh Sang Man tentunyaa) suara bel berbunyi Sang Man membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Yeon Soo.
Yeon Soo: apa kau sedang bersama orang?
Sang Man: oh tidak aku sedang sendirian aku memasak untuk makan bersama denganmu.
Mereka pun makan bersama dan tidak ketinggalan si 4 hantu juga ikutan makan.
Yeon Soo: apa kau benar-benar bisa melihat arwah orang mati benarkah itu?
Di tempat kerjaku hampir setiap hari ada yang meninggal sebelum mereka semua meninggal kau berbicara dangan mereka dan juga bertemu dengan ayahku memikirkan itu semua aku merasa lelah terima kasih atas makan malamnya aku pamit.
Sang Man berbicara dalam hati seperti apa diriku sebenarnya kau tentu saja belum mengetahuinya Sang Man kembali ke kamar dan melihat kembali ke meja makan bukankan aku telah memenuhi keinginan kalian semua? bocah setelah film itu kau belum mau pergi juga? dan juga kakek untuk menemukan kamera untukmu hingga aku di tahan kau belum pergi juga? perokok berat untuk membuat semuanya masuk akal aku harus pergi ke kantor polisi ini semua belum cukup untukmu kau belum pergi juga? bibi cengeng aku sudah makan masakan buatanmu kau bisa pergi aku sudah memenuhi semua yang kalian inginkan sekarang kalian semua pergilah Sang Man pun masuk kamar dan membanting pintu 4 hantu itu hanya bisa diam.
Besoknya ia sudah tidak di temani oleh hantu itu lagi Sang Man hidup sendiri lagi tanpa hantu pengganggu itu.
Belakangan ini rasanya begitu normal (dalam hati Sang Man) sambil mengemudi Sang Man mengingat kenangan-kenangan ia bersama Yeon Soo.
Yeon Soo menemukan sepatu di tempat ayahnya sering bermain kartu ternyata sepatu itu di beli ayahnya Yeon Soo, Yeon Soo tidak kuasa menahan tangis ia pun mengingat ayahnya kembali.
Sang Man menemui Yeon Soo yang sedang berada di meja suster kau belum makan siang? bagaimana kalau makan bersamaku tanya Sang Man.
Sang Man dan Yeon Soo keluar menuju taman mereka duduk di sebuah kursi dan Yeon Soo mulai bicara.
Saat aku tahu dia akan mati bahkan anggota keluarga pun tidak bisa mengingatnya lagipula aku tadi sedang teringat pada ayah dan ibuku maafkan masalah kemarin bagiku itu hal yang sulit aku percaya.
Sang Man : tidak apa-apa lagi pula hantu-hantu itu kini sudah pergi aku sungguh benci mereka si perokok, si alkohol, si rakus, si cengeng semua itu sungguh merepotkanku mereka sudah pergi dariku sekarang jadi aku bukan orang yang seperti itu lagi saat aku berpikir untuk mati akan ada seseorang membangunkanku saat aku terbangun aku merasa sedih karena tidak mati asap-asap telah memenuhi penglihatanku di dalam asap tersebut yang aku lihat adalah Yeon Soo akhirnya aku terbangun dan saat aku merasa hidup wajah Yeon Soo lah yang aku lihat.
Yeon Soo mulai makan kimbab yang di bawa oleh Sang Man, Sang Man pun ikut memakannya.
Kemarin itu aku teringat di banding kimbab yang kamarin yang ini tidak ada bayamnya tapi kau tetap mencucinya dengan air seledri? tanya Yeon Soo.
Sang Man : oh itu ibuku berkata air seledri bagus untuk darah dan bayam bisa membantu reproduksi darah Yeon Soo menganggguk-anggukkan kepala.
Sang Man tiba-tiba berhenti mengunyah makanannya.
Sang Man ingat ketika ia masih kecil ibunya pernah berkata bahwa air seledri itu baik untuk memurnikan darah.
Ia ingat bahwa ibunya sangat menyayanginya saat ia kecil ibunya pernah berkata Sang Man saat kita bersama saat kita belanja berpegangan tanganlah dengan ibumu tak kuasa menahan tangis Sang Man pun pergi meninggalkan Yeon Soo.
Ia sadar kalau ternyata hantu kecil yang selalu mengikutinya itu adalah kakaknya yang selalu melindunginya dan sangat menyayanginya saat ia masih kecil.
Si pemabuk ternyata adalah kakeknya si perokok adalah ayahnya.
Perempuan cengeng adalah ibunya mereka berempat meninggal pada saat kecelakaan mobil hanya dia (Sang Man) yang selamat dan bertahan hidup sedangkan keluarganya meninggal di tempat.
Sang Man sangat sedih dan ia terus berlari menuju rumahnya.
Sampai di rumah dimana, dimana mengapa kalian begitu egois.
Keinginan kalian sudah terpenuhi lalu tiba-tiba menghilang mengapa tidak memberi tahuku semuanya?
Kalian pergi tanpa sepatah kata pun mengapa aku selalu ditinggalkan? kalian tidak bisa pergi begitu saja jangan pergi jangan pergi.
Tiba-tiba si hantu kecil pun berlari ke depan Sang Man.
Sang Man menangis dan berkata kakak hantu kecil berkata Kang Sang Man masih anak kecil yang ceria dan juga cengeng aku tinggalkan mainan ini untukmu bermainlah kakak tidak akan main-mainan anak kecil seperti ini kau suka dengan mainan anak kecil itu kan?
Jangan biarkan anak lain meminjam mainanmu mengerti? Sang Man tersenyum sambil menangis.
Si kakek langsung bicara kau sudah mengatakannya memikat hati gadis itu sangat mudah.
Si Perokok : anakku tumbuh dengan cepat berhentilah merokok
Sang Man : kau yang mengajarkanku merokok
Si Perokok : bukan kau ayah (tersenyum bahagia) aku adalah ayahmu yang juga mengajarkanmu mengemudi dan tidak akan membiarkanmu tabrakan ayah ada di sampingmu menemanimu mengemudi anakku ayah memang pengemudi yang hebat kau tahu itu? Sang Man aku mengerti ayah.
Si ibu cengeng mulai bicara : maafkan aku
Sang Man : ibu bisakah kau membawaku bersamamu ibu?
Ibu : maafkan ibumu ini ibu seharusnya tidak meninggalkanmu sendiri maaf ibu benar-benar minta maaf meskipun kita berpisah sebenarnya ayah, kakak, ibu dan kakek, kami akan selalu terus bersamamu kami selalu ada mengerti?
Gadis itu tampaknya baik apa dia suka masakan kimbap ibumu? Sang Man (menganggukkan kepala) suka.
Lalu Sang Man dan ibunya pun berpelukan menangis tersenyum gembira itulah yang mereka rasakan sebagai keluarga.
Ibu khawatir denganmu nak sebelum ibu pergi terima kasih sudah mengenali ibu terima kasih kau telah tumbuh dengan baik semua tersenyum haru dan bahagia.
Mereka pun berphoto bersama tapi walaupun ia melihat ibu ada disampingnya tetap saja photonya masih sendiri.
Namun ia merasa bahwa orang itu berada di sampingnya.
Dan akhirnya ia pun menikah dengan Yeon Soo dan mempunyai satu anak.

                                                                    TAMAT

Credit : dramacrazy.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar