Laman

Kamis, 07 Juni 2012

Sinopsis Protect The Boss Episode 5

Kemunculan Ji Hun dilayar proyektor mengejutkan peserta rapat.
Flashback Eun Sul menerima video call dari ayahnya yang memarahinya soal kemunculannya di koran dari situlah ide itu muncul.
Pagi-pagi Eun Sul bergegas ke rumah Ji Hun membangunkannya Ji Hun mencoba menutupi bagian bawah tubuhnya yang memakai celana pendek hadiah dari Eun Sul tapi Eun Sul yang mengaku pernah melihat Ji Hun memakai celana pendek menariknya tidak peduli sambil berlari keluar rumah Eun Sul berhasil membuat Ji Hun berpakaian di luar sudah menunggu mobil yang berisi sekertaris Kim dan Myung Ran.
Ji Hun berlatih di depan kamera laptopnya Eun Sul dan sekertaris Kim mengamati lewat layar laptop yang lain sementara Myung Ran tertidur sekalinya bangun Myung Ran mengkritik Ji Hun.
Eun Sul menggebrak meja memperingatkan Myung Ran, ia memilih membangkitkan kepercayaan diri Ji Hun dengan cara memujinya Ji Hun tersenyum bangga Flashback End.
Ji Hun kali ini nampak menikmati presentasinya padahal biasanya ia tidak pernah punya kesempatan mengeluarkan ide atau pendapatnya karena ketakutannya di hadapan orang banyak idenya untuk menarik pasar dari netizen yang cenderung individualis dan asyik dengan dunia mayanya sukses membuat para peserta rapat memperhatikan Ji Hun.
Presdir tersenyum bangga dan Eun Sul senang bossnya bisa menunjukkan taring tapi tidak semua senang terutama nonya Shin ibunya Mu Won.
Setelah rapat bubar beberapa pemegang saham terang-terangan memuji Ji Hun pada presdir tapi presdir belum puas kalau belum mengganggu nonya Shin, presdir berbisik adik ipar aku sangat berterima kasih kepadamu karena kau selalu mencari hak atas perusahaan ini Ji Hun akhirnya terbangun terima kasih adik ipar, ia lalu menoleh pada Mu Won dan dengan tulus memuji presentasinya tadi. Bukan nonya Shin kalau tidak bisa balas saat ia tersenggol seorang pemilik saham yang melewatinya ia sengaja menginjakkan ujung hak sepatunya yang runcing ke kaki presdir lalu tanpa merasa bersalah menanyakan apa presdir baik-baik saja presdir pun pergi dengan langkah tertatih-tatih.
Di ruangannya Mu Won, nonya Shin menumpahkan kekesalannya pada Mu Won, putraku apa yang sebenarnya terjadi? tadi itu sebuah kesempatan yang bagus kenapa kau tidak tahu lebih dulu apa yang akan Ji Hun lakukan? memalukan memalukan ini sangat memalukan.
Cha Bong Man serigala tua itu ibu benar-benar kecewa padamu hari ini untuk siapa ibu hidup? untuk siapa ibu hidup seperti ini? ibu tidak bisa menanggung rasa malu yang seperti ini aku benar-benar tidak bisa hidup lagi putraku, Mu Won diam saja menatap kertas yang dipegangnya dan tidak sekalipun merespon omelan ibunya.
Saat tahu sekretaris Kim pindah rumah ke lingkungannya Eun Sul Ji Hun prihatin karena berarti kini mantan sekertarisnya itu bangkrut sekertaris Kim menyalahkan Ji Hun yang tidak mau memberi surat rekomendasi hingga ia sulit mencari pekerjaan.
Aku menyesalinya juga sekretaris Kim tidak layak direkomendasikan kepada siapa pun.
Jangan memanggilku, sekretaris Kim, sekretaris Kim, aku bukan lagi sekretarismu, aku hanya bekerja paruh waktu jadi bayar aku dengan upah paruh waktu jadi si sekretaris Kim ini cuma kerja selama proyek taman hiburan.
Begitu juga denganku, Myung Ran ikut nimbrung saat di tuding ia lebih banyak tidur Myung Ran berdalih ia sedang berdoa agar presentasi Ji Hun berjalan sukses.
Percakapan mereka teralihkan saat Eun Sul muncul dengan wajah kegirangan ia memeluk Myung Ran lalu sekertaris Kim dan memuji mereka telah bekerja keras.
Ji Hun menunggu giliran ia sudah bersiap dengan merentangkan tangannya akhirnya yang ditunggu Ji Hun tiba juga Eun Sul memeluknya erat dan menepuk punggung Ji Hun sambil memuji kalau tadi itu presentasi yang bagus Ji Hun balas menepuk punggung Eun Sul dan balik memujinya. Berpelukan membuat keduanya ingat sesuatu yang dikatakan Ji Hun pada malam ia mabuk sebuah batu dari luar angkasa menabrak amigdala sistem limbik otakku.
Otaknya korsleting jadi dia mungkin tidak akan ingat kan? pikir Eun Sul cemas.
No Eun Sul pasti tidak akan mengerti apa arti semua itu kan? pikir Ji Hun tidak kalah cemas.
Pelukan mereka seketika lepas dengan kakunya mengatasi canggung Eun Sul mengajak Ji Hun ke jamuan di perusahaan Ji Hun langsung menolak tapi saat Eun Sul berkata ia bisa di marahi presdir kalau sampai Ji Hun tidak datang Ji Hun langsung menyanggupi datang sekertaris Kim protes kenapa Ji Hun sekarang berubah padahal dulu Ji Hun tidak peduli walau sering membuatnya di marahi presdir.
Aku? kapan? Ji Hun buru-buru menyangkal sekarang Ji Hun suka sama Eun Sul.
Ji Hun menanyai apa Eun Sul akan datang Eun Sul mengaku takkan datang karena para seniornya sudah ke sana dan sebagai junior ia kebagian tugas membereskan ruang rapat Ji Hun yang tahu Eun Sul lelah memintanya segera pulang dan tidur setelah membereskan pekerjaannya. Myung Ran marah pada Ji Hun yang menurutnya terlalu mengatur dan ikut campur urusannya Eun Sul dan melayangkan pukulannya tapi Ji Hun berhasil menghindar dan karena ia sedang senang ia hanya membalasnya dengan senyuman.
Sendirian Eun Sul membereskan ruang rapat melihat layar proyektor membuatnya tersenyum mengingat presentasi Ji Hun yang penuh percaya diri tadi pagi.
Mu Won bukannya tidak terpengaruh omelan ibunya dalam diamnya ia terus memikirkannya saat keluar dari ruangannya Mu Won tertarik mendengar suara nyanyian dari pantry makin lama menonton konsernya Eun Sul yang menyanyikan lagu betapa ia sekretaris yang hebat dengan gerakan aktraktif tidak urung membuat Mu Won menahan tawa.
Eun Sul membeku saat sadar ia punya penonton.
Mu Won menahan senyumnya dan meminta maaf karena mengagetkan Eun Sul.
Eun Sul tidak bisa mengontrol tangannya yang terus gemetar dan akhirnya saking eratnya memegang piring ia tanpa sadar mematahkan piring itu.
Mu Won berusaha membayar rasa bersalahnya dengan mengajak Eun Sul makan siang jika kau belum makan ayo kita makan bersama bahkan jika kau sudah makan makan lagi denganku.
Eun Sul bersiap menyuap segulungan besar spagheti tapi melihat Mu Won yang makan dengan tenang dan rapi membuat Eun Sul menjatuhkan lagi sebagian besar spagetinya ke piring tapi percuma jaimnya Eun Sul Mu Won malah asyik dengan pikirannya sendiri ia pun menatap Mu Won.
Kenapa? tanya Mu Won kikuk di perhatikan.
Apa ada sesuatu yang terjadi?
Ya ada sedikit masalah aku dimarahi.
Apa? siapa yang berani memarahi direktur? biarkan wanita kuat ini memberinya pelajaran siapa itu? siapa? Siapa? Eun Sul menggulung lengan bajunya.
Ibuku.
Ah ya.
Mu Won tertawa melihat tingkah Eun Sul ia menyambut tawaran bantuan Eun Sul dengan curhat aku merasa bahwa aku benar-benar anak yang baik aku sudah mencoba yang terbaik aku tidak yakin bagaimana cara untuk bekerja lebih keras aku benar-benar tidak tahu Eun Sul memberi perumpamaan. Pertama orang yang biasa pulang pada pukul sepuluh tiba-tiba pulang ke rumah pada tengah malam akan dimarahi apa kau gila? tapi orang kedua yang biasa pulang pada tengah malam tiba-tiba pulang pukul sepuluh respon yang akan di dapat adalah aigooo sayangku terima kasih kau pulang sangat awal.
Mu Won mengerti ia yang selalu sempurna saat melakukan kesalahan akan di marahi sementara Ji Hun hanya perlu melakukan sesuatu yang bagus agar bisa di puji tapi Eun Sul juga mengingatkan jangan sampai Mu Won meniru Ji Hun, Mu Won setuju ia juga ingin sesekali menunjukkan pemberontakan dan dengan antusias berjalan pergi. Eun Sul bangun mengejar Mu Won dan seketika menabraknya karena Mu Won berhenti tiba-tiba langkah Mu Won terhenti karena ia bingung pemberontakan seperti apa yang bisa ia lakukan sekarang Eun Sul juga mengaku tidak punya ide.
Akhirnya Eun Sul membawa Mu Won ke club malam Mu Won katanya mau sesekali jadi anak nakal tapi mendatangi club malam saja sudah mengkeret ia mengkhawatirkan reputasinya yang di kenal luas di dunia finance.
Lalu ke tempat kasti indoor Mu Won langsung menyembunyikan wajahnya masih dengan alasan yang sama.
Eun Sul langsung tertawa ia langsung teringat pada Ji Hun yang juga tidak bisa naik bus umum dan kereta bawah tanah benar-benar sepupuan yang aneh sangat berbeda tapi punya satu kemiripan tidak bisa berada di antara keramaian.
Bukan Eun Sul kalau tidak punya solusi kaca mata untuk penyamaran setelah mencoba beberapa kaca mata aneh pilihan Mu Won jatuh pada kacamata kotak berwarna pink, Mu Won pun menikmati malamnya menonton festival musik dan minum di beranda toko yang sudah tutup.
Tanpa mereka sadari ada yang diam-diam memotret mereka.
Ji Hun pulang dari jamuan memapah ayahnya yang mabuk berat tapi presdir mengaku tidak mabuk ia bahkan mnghembuskan nafas dari mulut untuk membuktikannyak nenek menahan nafas setelah direbahkan di tempat tidur presdir masih meracau.
Ia berkata pada Ji Hun bahwa ia tidak peduli soal sekertaris Kim dan No Eun Sul, semua terserah pada Ji Hun, Ji Hun langsung antusias ia minta saat sadar nanti ayahnya jangan lupa janji itu bila presdir menyangkalnya maka presdir adalah anaknya Ji Hun bukan sebaliknya keduanya setuju.
Ji Hun yang sedang merasa senang bergegas ke kamarnya sementara nenek katempuhan ia kebagian membantu anaknya membuka jas dan kaos kakinya sambil membuka jasnya presdir tidak berhenti mengungkapkan kebanggaannya pada kinerja Ji Hun di rapat tadi.
Nenek terkejut saat melihat lebam di kaki presdir ia pun menanyai presdir saat tahu itu kerjaan menantunya nenek hanya bisa geleng-geleng presdir masih meracau kali ini yang di bahasnya soal ia dan Mu Won yang akhir-akhir ini berhubungan baik menurutnya sebenarnya Mu Won menyukainya tapi karena tidak mau menyakiti ibunya Mu Won pura-pura tidak menyukainya, nenek mendesah ia jadi mengkhawatirkan Mu Won.
Ji Hun berbaring menatap ponselnya ia mencoba mengirim sms untuk Eun Sul tapi mengingat kalau tadi siang ia sudah minta Eun Sul untuk segera pulang dan istirahat Ji Hun mengurungkannya tapi tidak lama ia meneruskan mengetik sms dihapus diketik lagi di hapus lagi.
Ji Hun galau jadi saat Eun Sul menghubunginya Ji Hun langsung senang bangun ia berdehem menenangkan diri sebelum mengangkatnya dan mencoba menjawab dengan tidak peduli.
Tidak lama Ji Hun panik ia bergegas berlari mencari dimana Eun Sul yang kini sedang bersama Mu Won yang mabuk.
Eun Sul mencoba menagajak Mu Won pulang tapi Mu Won tidak mau Eun Sul terpaksa mengikuti kemauan Mu Won dan Mu Won yang menganggapnya baik lalu mengusap kepalanya.
Apa ini? kepala No Eun Sul adalah milikku teriak Ji Hun yang akhirnya menemukan mereka.
Kau datang bagus kau bisa pergi kembali sekarang Ji Hun baru datang disuruh pulang sama Mu Won, Ji Hun yang kesal memukul-mukul udara diatas kepala Mu Won lalu menepuk pahanya, Ji Hun melampiaskan kekesalannya dengan memarahi Eun Sul yang tidak menuruti perintahnya untuk pulang cepat dan istirahat dan malah minum bersama Mu Won. Padahal tadi menolak minum bersamanya apa Eun Sul memang berniat menggoda Mu Won, Eun Sul buru-buru menyangkal perdebatan mereka lalu terputus oleh Mu Won yang muntah-muntah.
Terpaksa Ji Hun membawa Mu Won pulang disambut omelan bibinya yang menuduhnya mencoba merusak Mu Won dan mengatainya tidak sopan Ji Hun yang lelah tidak mau berdebat ia memilih menganggap omelan itu sebagai ucapan terima kasih dari bibinya karena telah membawanya pulang.
Tapi ia juga menggunakan kesempatan itu untuk meminta bibinya bercermin karena menurutnya bibinya dan Mu Won sama-sama mengharapkan milik orang lain aku tidak akan pernah membiarkan dia (Mu Won) mengambil sesuatu lagi jika ia tetap melakukannya ia akan mati oleh tanganku ancam Ji Hun langsung keluar
nonya Shin terkejut atas pernyataan Ji Hun tapi ia lebih khawatir pada putranya yang idtak pernah dilihatnya seperti itu.
Ji Hun masuk ke mobilnya dan heran melihat Eun Sul masih ada ia mengatai Eun Sul tidak punya harga diri Eun Sul tidak peduli baginya mengirit ongkos taksi lebih penting.
Ji Hun terpaksa mengantar Eun Sul pulang canggung dalam sunyi Eun Sul membuka jendela tapi angin terlalu kencang hingga membuatnya sulit membuka mata ia pun langsung menutupnya, Ji Hun yang melihat itu sengaja membuka jendela Eun Sul lagi dan terjadilah perang jendela kali ini Ji Hun berhasil memenangkannya.
Dan saat mereka sampai Eun Sul menatap Ji Hun dengan rambut seperti habis di sasak Ji Hun tidak merasa bersalah ia malah merasa telah cukup murah hati mengantar Eun Sul pulang walau telah dikhianati Eun Sul malas berdebat ia menjawab justru wajahnya yang seperti itu adalah ucapan terima kasihnya Eun Sul keluar mobil dan meminta Ji Hun hati-hati.
Bukan itu yang di harapkan Ji Hun ia butuh penjelasan kenapa Eun Sul bareng Mu Won ia pun mengejar Eun Sul dan mengumpulkan keberanian apa Eun Sul akan terus dekat dengan Cha Mu Won? dan apa Eun Sul menyukai Mu Won?
Eun Sul sebenarnya mencoba mengabaikan kemungkinan ini tapi melihat Ji Hun terus mencecarnya ia langsung bertanya apa kau menyukaiku?
Ji Hun gelagapan apa aku gila?
Kau gila atau tidak? kenapa kau selalu membingungkan orang?
No Eun Sul lihatlah dirimu sendiri kau benar-benar jelek.
Eun Sul membereskan rambutnya salah siapa ini?
Dan bukan hanya hari ini (kau jelek).
Karena itu apa kau menyukai aku atau tidak? beri aku jawaban.
Aku suka sahut Ji Hun lemas ia tidak mempercayai dirinya sendiri yang telah menyukai Eun Sul yang begitu jelek dan berantakan dan kini ia menuntut jawaban dari Eun Sul.
Kau bertanya apa yang aku pikirkan? Eun Sul mulai cemas ia berbalik untuk meredakan debaran jantungnya lalu dengan mantap menatap Ji Hun tolong kembalikan kewarasanmu secepat mungkin lalu bergegas pergi.
Ji Hun ikut naik tangga mengejar Eun Sul jawaban macam apa itu? bagaimana bisa kau menginjak perasaan seseorang? apa kau tak memiliki hati?
Karena aku tidak bisa menerima perasaanmu yang terbaik adalah menginjak-injaknya!
Kenapa? kenapa tidak bisa menerima perasaanku?
Pertama-tama.
Ji Hun menghela nafas hah? ada nomor duanya?
Sekretaris yang melupakan statusnya dan menggoda atasannya apa kata orang? Eun Sul menjelaskan bahwa seberapa kerasnya pun ia bekerja semua usahanya akan sia-sia dan yang paling penting lagi adalah orang-orang yang kini memandang rendah Ji Hun akan lebih memandang rendah Ji Hun lagi nantinya. Eun Sul tidak ingin itu terjadi alasan yang kedua adalah presdir pasti akan mengubur Eun Sul di tengah laut samudra pasifik. Dan yang terakhir adalah Eun Sul benar-benar menyukai Ji Hun tapi sebatas hubungan atasan karyawan dan tidak lebih dan kesimpulannya dari ketiga alasan itu adalah mereka tetap seperti itu Ji Hun atasan dan Eun Sul sekertarisnya.
Ji Hun diam ia resah dan menggigiti kukunya, Eun Sul merasa bersalah dan meminta maaf ia karena lebih mengkhawatirkan kalau terpaksa harus mengundurkan diri dan kehilangan kartu akses pekerjaannya, ia mengakui kalau ia itu jahat egois dan mengganggu jadi ia minta Ji Hun cepat bangun dan melihat kenyataan.
Aku tidak mau aku tidak ingin bangun!
Lalu apa yang harus kulakukan? apa kau ingin aku mengundurkan diri?
Apa kau mengancamku sekarang?
Benar.
No Eun Sul kau benar-benar jahat Ji Hun akhirnya menyanggupi akan memikirkannya lagi asal Eun Sul tidak mengancam lagi diancam seperti itu membuatnya jantungnya berdebar keras.
Terima kasih tolong pikirkan lagi kau harus mengembalikan kewarasanmu kata Eun Sul lalu undur diri Ji Hun berusaha mengejar lalu urung lalu balik mengejar lagi urung berkali–kali sampai akhirnya ia menyerah dan memilih jongkok menenangkan jantungnya.
Sampai rumah Eun Sul menumpahkan keluh kesahnya di pelukan Myung Ran, Myung Ran apa yang harus aku lakukan?
Kalau itu aku aku akan segera pergi kencan bersamanya sahut Myung Ran pendek.
Ji Hun melanjutkan acara jongkoknya di rumah ia bangun dan menjadikan gambar Eun Sul sebagai dartboard, aku berbohong padamu, aku tidak akan berpikir ulang tidak akan pernah!
Tapi kemudian dengan rasa sayang Ji Hun memberi plester pada luka di gambar Eun Sul, No Eun Sul kau yang harus mempertimbangkannya kembali aku pasti akan membuatmu mempertimbangkannya kembali.
Paginya Mu Won bangun dengan kepala pusing ia masih bisa mengingat belaiannya ke kepala Eun Sul.
Mu Won merasa malu terlebih ia juga ingat telah muntah di depan Eun Sul semalam saat sarapan nonya Shin meminta maaf karena menumpahkan kekesalannya untuk presdir Cha pada Mu Won, ia hanya punya Mu Won sebagai tempat berkeluh kesah dan bermanja Mu Won yang tahu ibunya sangat mengkhawatirkannya berjanji tidak akan pergi keluar lagi.
Dan hari-hari ke depan berjalan seperti lomba Eun Sul yang mengharap Ji Hun meninjau kembali rasa sukanya berdandan seculun mungkin sementara Ji Hun yang berharap Eun Sul mau menerima perasaannya
dua sekertaris senior terheran-heran dengan pemandangan aneh setiap pagi begitu juga dengan Mu Won.
Sampai pada suatu pagi Mu Won terlihat cuek melihat Eun Sul dan Ji Hun yang berjalan beriringan tapi saat mereka berpapasan dengan isengnya ia malah menyentil kaca mata hitam yang di gantung di saku jas Ji Hun.
Presdir melihat iklan terbaru mereka sampai-sampai tidak memperhatikan yang sekretaris Jang sampaikan.
Ia puas atas ulasan baik yang di dapat dan yakin bisa menjadi publisitas jangka panjang yang baik.
Tidak lupa ia memuji Ji Hun dan berencana mempublikasikannya besar-besaran di halaman utama koran dengan foto Ji Hun yang juga besar nonya Shin tidak mau kalah set ia juga membuat berita tandingan yang mengulas Mu Won bahkan dengan foto yang lebih besar dari Ji Hun, presdir yang melihatnya uring-uringan.
Ji Hun memanfaatkan obrolannya dengan Sekertaris Kim untuk mendapat perhatian Eun Sul, ia sengaja memberitahu sekertaris Kim bahwa ia takkan ikut mengerjakan proyek ‘Smart working’, sekertaris Kim tergagap Eun Sul yang tahu maksud Ji Hun meminta sekertaris Kim keluar dulu. Ji Hun berdehem keras
Eun Sul menuding Ji Hun tidak bekerja adalah caramu mengancamku? bukankah kita sudah sepakat tentang hal ini? sangat licik!
Yah aku sedikit jahat.
Jadi aku juga harus sedikit jahat.
Ji Hun memotong perkataan Eun Sul dan menulis surat pengunduran diri? tulis saja aku tidak hati-hati waktu itu dan aku tertipu No Eun Sul tidak akan pernah menulis surat pengunduran diri karena pekerjaan ini begitu penting bagimu singkatnya ancaman No Eun Sul adalah bohong!
Tidak aku tidak bohong!
Kali ini aku yang akan mengancammu bagaimana? sebelum No Eun Sul jadi (ikut) gila (dengan membalas perasaanku) aku takkan bekerja dan tidak akan menjadikanmu pegawai tetap Ji Hun hanya tertawa melihat Eun Sul yang kesal dan memasang kuda-kuda tinjunya ia malah menyodorkan muka untuk dipukul Eun Sul.
Sekertaris Kim bertemu presdir kejar-kejaran pun terjadi.
Sekertaris Kim dengan gesit berhasil menyelinap masuk ke lift yang hampir tertutup.
Ia pun menanyakan langsung pada Ji Hun, presdir menyangkal pernah mengatakan ia tak mau mempermasalahkan sekretaris Kim dan Eun Sul lagi Ji Hun memberitahu ayahnya mengatakannya saat sedang mabuk. Presdir marah pada sekertaris Jang dan manager Park yang membiarkannya mabuk di jamuan tapi lebih marah lagi saat mendengar Ji Hun berencana membayar pajak dengan benar yup karena Eun Sul Ji Hun bertekad menjadi presdir yang jujur dan taat pajak. Karena menurut Ji Hun kalau ia tidak jujur ia tidak hanya harus menjalani penyidikan tapi juga akan duduk di kursi roda presdir marah ia merasa Ji Hun menyindirnya yang pernah memakai kursi roda di persidangan. Belum reda kemarahan presdir Ji Hun menambahnya ia mau cuti untuk merecharge dirinya, presdir kesal bagaimana mungkin Ji Hun butuh cuti padahal hanya melakukan pekerjaan sepele tapi sebelum ngacir Ji Hun meyakinkan presdir kalau ia akan melakukan sesuatu yang sangat penting.
Manager Park masuk ke dalam mobil nonya Shin sesuai kesepakatan mereka manager Park melaporkan semua tindak-tanduk Ji Hun dan menyerahkan dokumen yang berhubungan dengan saham predir dengan imbalan nonya Shin heran kenapa sekarang justru nilai saham naik ia merasa sakit kepala saking kesalnya pada presdir yang dianggapnya srigala. Di jalan nonya Shin melihat sebuah permainan ia menganggap mainan itu sebagai srigala Cha Bong Man kau serigala tua, aku akan membunuhmu seperti ini!
Ini bukan serigala tua ini tikus tanah direktur Shin.
Nonya Shin tidak peduli baginya mainan itu tetaplah srigala ia bersemangat memukuli setiap ‘tikus’ yang keluar lubang.
Ibu Na Yun menerima foto-foto dari orang suruhannya ia cukup terkesima melihat foto-foto ayahnya Eun Sul.
Ibu Na Yun menunjukkan foto-foto itu pada Na Yun, ia mencemooh latar belakang keluarga Eun Sul yang ibaratnya masih hidup di abad ke-19 Na Yun minta ibunya tidak perlu melanjutkan lagi memata-matai semua yang berhubungan dengan keluarga Cha.
Ibunya bersikeras siapapun nanti yang akan dinikahi Na Yun baik itu Ji Hun atau Mu Won itu akan menjadi senjata untuk yang tidak dinikahi.
Na Yun minta ibunya tidak memberitahu itu pada presdir Cha atau nonya Shin dan saat ibunya tetap ingin pergi untuk menemui nonya Shin Na Yun refleks memiting tangan ibunya, Na Yun langsung melepaskan ibunya dan meminta maaf. Ia mengaku refleks itu karena ia belajar bela diri dengan alasan untuk mencegah hal berbahaya yang mungkin terjadi Na Yun berusaha meyakinkan ibunya kalau ia akan mengurusnya sendiri kalau nanti ia butuh bantuan ibunya ia akan berkata.
Dan cara pertama Na Yun mendapatkan Ji Hun adalah menemui Eun Sul, Na Yun mencoba memberi gambaran hubungannya dengan Ji Hun yang tidak sekedar demi keuntungan perusahaan tapi memang ia menyukai Ji Hun kalau saat ini Ji Hun tak menyukai Na Yun karena suatu masalah ia yakin suatu saat nanti Ji Hun akan kembali menyukainya bila masalah itu selesai. Eun Sul senang mendengarnya ia akan membantu sebisa mungkin untuk menjauhinya sangat tak mungkin karena ia adalah sekretaris sekaligus asisten pribadi tapi Eun Sul berjanji selain pekerjaan ia akan berusaha untuk tidak bertemu dengannya, Na Yun lega ia mencoba menawarkan pekerjaan Eun Sul menolak. Eun Sul mengaku tak mau menjadi seorang nakasan (masuk karena koneksi) dan di kucilkan karenanya pembahasan mengenai nakasan ini merembet ke orang yang kaya karena warisan (seperti Presdir dan cucu keluarga Cha) juga Na Yun. Na Yun langsung menyanggah ia nakasan dan menjelaskan ia profesional sebelum masuk perusahaan dan pernah bekerja di perusahaan ibunya juga tapi menurut Eun Sul Na Yun tetaplah nakasan Na Yun kesal.
Na Yun masih panas tudingan nakasan padanya membuat gerah tapi rencananya harus tetap jalan rencana kedua untuk mendapatkan Ji Hun adalah mengambil hati presdir Cha, Na Yun menemui presdir di tempat pelayanan masyarakat.
Presdir tidak menggubris Na Yun, ia masih mengingat Na Yun dulu pergi begitu saja yang membuat Ji Hun terpuruk presdir tidak melanjutkan ia tahu tidak bisa menyalahkan Na Yun tapi untuk saat ini presdir mengaku tidak mau lagi ikut campur dalam urusan keduanya. Na Yun terus mencari celah ia minta Eun Sul diganti karena menurutnya seorang pria yang diikuti ke mana-mana oleh sekretaris perempuan bisa menyebabkan rumor. Kalau tadi presdir bisa sabar kali ini ia membentak Na Yun hei apa kau akan turut campur dengan pekerjaan juga? jika kau seperti ini para pria di sekitarmu akan sangat lelah presdir makin membentak Na Yun karena terus menghalangi pekerjaannya, Na Yun mencoba mengambil hati dengan mengipasi presdir tapi presdir makin kesal dan mengusirnya pergi.
Myung Ran menggambarkan Mu Neu Nim (Mu Won + Ha Neu Nim/tuhan/dewa) yang menyukai gadis es cream (Na Yun) padahal Na Yun menyukai Ji Hun dan Ji Hun menyukai Eun Sul sementara Eun Sul menyukai Mu Won.
Eun Sul menyangkal ia hanya menyukai dirinya sendiri  tapi oh tidak kenapa Ji Hun yang malah muncul di kepalanya?
Esoknya presdir memanggil Eun Sul ia mencoba mencari tahu soal hubungan Eun Sul dan Ji Hun, presdir lega setelah mendapat penjelasan ia mengingatkan Eun Sul agar terus menjadi sekretaris yang membimbing dan membantu Ji Hun.
Selama Eun Sul membantu Ji Hun presdir bisa mempromosikan Eun Sul tapi kalau sebaliknya saat kontrak Eun Sul selesai presdir akan memecatnya aku minta maaf karena mengatakannya ini bukan hanya untuk Ji Hun tetapi juga untuk aku yang akan gila karena Ji Hun. Anggap saja kau menyelamatkan kami berdua anggap juga ini sebagai pembayar hutang padaku yang bisa gila karena pelayanan masyarakat sekretaris No, aku mengandalkanmu, aku percaya pada sekretaris No Eun Su, aku hanya percaya padamu.
Mu Won melihat Eun Sul yang gontai keluar dari ruang presdir sekertarisnya menanyakan rencana Mu Won untuk bisa memata-matai Ji Hun lewat Eun Sul? Mu Won mengaku kalau rencana itu sudah gagal sejak lama.
Eun Sul pulang bahkan di bus pun ia masih memikirkan permintaan presdir tapi seorang pria mendekatinya dan melakukan sesuatu Eun Sul menyikut pria itu hingga jatuh.
Baru sehari libur Ji Hun sudah merindukan Eun Sul, ia menyesali tidak masuk kantor hari ini.
Tapi kerinduan Ji Hun akan terobati karena Myung Ran meneleponnya memberi tahu Eun Sul ada di kantor polisi!
Eun Sul dijadikan tertuduh Myung Ran menyarankan mereka untuk damai Eun Sul tidak mau karena mereka tidak punya uang tapi Myung Ran berkata ia sudah menelepon seseorang belum sempat Myung Ran menjelaskan orang yang di maksud menghambur masuk siapa yang menyentuh pantat No Eun Sul?
Di luar kantor polisi Ji Hun bercermin di cermin cembung yang biasa ada di pojokan jalan Eun Sul tidak habis pikir kenapa ia yang harus berdamai ia adalah korban dan pria tadi yang seharusnya ditahan setidaknya satu hari.
Si pria korban Eun Sul melewati mereka Ji Hun memanggilnya tidak ada yang namanya makan siang gratis jadi uang tambahan yang diberikan Ji Hun tadi karena ia ingin ikut menghajarnya, si pria yang sempat sempoyongan di hajar Ji Hun membalas memukul Ji Hun. Kini giliran Eun Sul yang membantu bosnya di pukul pria itu hingga terjerembab untuk yang ke dua kali di hari yang sama Ji Hun dan Myung Ran memandang kagum pada Eun Sul.
Eun Sul mengalah ia mengaku akan mempertimbangkan perasaan Ji Hun asal Ji Hun mau datang lagi kerja ke kantor, Ji Hun tetap setuju walau ditambah syarat Eun Sul minta gaji dimuka dan program untuk mengubah Ji Hun termasuk gangguan panik atau demam panggung. Eun Sul tidak terlalu senang melihat semangat Ji Hun ia mencoba menggambarkan sulitnya ‘program dari neraka’ itu ia juga tidak akan berbelas kasihan Ji Hun tidak goyah ia bahkan menanyakan apa ada syarat lain? nenek berencana ke kantor tapi supir memberitahu mobilnya hilang nenek mencurigai Ji Hun.
Benar saja mobil di bawa Ji Hun ia semangat tinggi hendak menemui Eun Sul.
Di jalan ia menelepon Mu Won, aku akan dipandu oleh No Eun Sul karena itu segera No Eun Sul dan aku akan sangat sibuk jadi jangan ganggu No Eun Sul lagi kau mengerti? Mu Won tidak habis pikir dengan komentar kekanakan Ji Hun.
Kehadiran Ji Hun membuat kesal Myung Ran, mereka kan baru satu jam yang lalu ketemu Ji Hun tidak menghiraukan Myung Ran.
Ia melempar kunci mobil pada Eun Sul seraya memberi tahu mobil itu untuk urusan pekerjaan dan Eun Sul harus datang setiap kali Ji Hun memintanya.
Myung Ran antusias ia menepuk mobil Ji Hun, Ji Hun menyingkirkan tangan Myung Ran dan mengingatkannya untuk tidak menyentuhnya, Myung Ran balik mengingatkan kalau Ji Hun akan rugi kalau tidak memperlakukannya dengan baik Ji Hun mengalah.
Eun Sul melempar kunci kembali pada Ji Hun ia menolaknya ia lebih suka naik bus tapi Ji Hun mengkhawatirkan Eun Sul yang sering mendapat masalah saat naik abus mulai dari kehilangan sepatu sampai pelecehan. Myung Ran mencoba membujuk Eun Sul untuk menerima mobil itu Eun Sul menolak dan mereka pun bertengkar Ji Hun mencoba melerai tapi kesempatan itu dipakai Myung Ran untuk merebut kunci Ji Hun tersenyum Myung Ran benar-benar mendukungnya. Ia bertanya pada Eun Sul apa program untuknya sudah bisa dijalankan Eun Sul menjawab belum karena ia masih menyiapkannya karena program belum bisa jalan pekerjaan pertama Eun Sul hari itu adalah mengantar Ji Hun pulang.
Saat sampai Eun Sul mengejar Ji Hun untuk mengembalikan kunci, Ji Hun tidak membiarkan Eun Sul pulang dengan alasan ia punya bahan untuk program serangan paniknya ia minta Eun Sul masuk.
Sementara itu nonya Shin dan ibu Na Yun bertemu untuk membahas kerjaan tapi nonya Shin menunjukkan kesinisannya hal itu mengherankan nonya Shin.
Ibu Na Yun pun mengeluarkan isi tasnya dan menunjukkan foto-foto nonya Shin tidak percaya saat mendapati foto Mu Won yang menikmati malam dengan kaca mata aneh menurutnya Mu Won tidak mungkin terlibat dengan seorang wanita tapi tunggu ada foto yang menarik perhatiannya foto Ji Hun dan Eun Sul yang memukul pria pelaku pelecehan nonya Shin tersenyum.
Na Yun mengundang Mu Won ke bar ia menunjukkan foto-foto dari ibunya foto Mu Won yang bersenang-senang bersama Eun Sul, Na Yun mengingatkan kalau ibunya Mu Won pasti akan melihat foto itu juga Na Yun yang frustasi hendak menenggak minumnnya lagi tapi Mu Won menahannya.
Hentikan kau tidak akan merasa lebih baik walau kau melakukan ini.
Aku benar-benar tidak tahu bahwa kau akan menjadi seperti itu karena perempuan itu tahukah kau bahwa dia berbohong? bisnis di pegunungan?
Mu Won tertawa ia tahu Na Yun salah faham Na Yun meradang ia memang selalu salah ibaratnya bola ia adalah bola yang kempes karena ditendang di sana sini Mu Won termasuk salah satu yang menendangnya karena menolak perjodohan mereka.
Aku hanya tidak suka pertunangan tanpa cinta tetapi jika kau membawa hatimu ke dalamnya aku akan mempertimbangkan kembali.
Na Yun terkejut dengan pengakuan Mu Won ia segera meneguk minumannya.
Ji Hun mengeluarkan banyak buku membuat Eun Sul bingung bagaimana mungkin ia membawa pulang semuanya, Ji Hun menyarankan Eun Sul mencicil membawanya pulang atau Eun Sul yang sering datang untuk membacanya.
Atau Ji Hun yang akan membantu menerangkan isi buku-buku itu pada Na Yun ia ahli di bidang itu saat Eun Sul heran karena jika Ji Hun memang ahli kenapa tak bisa menyembuhkan penyakitnya sendiri Ji Hun berdalih itulah kenapa disebut kelainan haruskah aku tunjukkan padamu?
Mu Won mengantar Na Yun pulang Na Yun menangis menyesali kenapa ia menjadi seperti itu.
Mu Won mengerti perasaan Na Yun, ia dan Na Yun sama-sama punya banyak prasyarat dalam memilih pasangan.
Jadi ia minta jika Na Yun telah melupakan Ji Hun, ia minta Na Yun datang padanya, Mu Won menghapus air mata Na Yun dan perlahan menciumnya
Sementara itu Eun Sul dan Ji Hun mulai membuka satu buku dan menunjukkan poin-poinnya posisi mereka berdekatan membuat Ji Hun tergoda untuk mencium Eun Sul.

Credit : pelangidrama.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar